Daun Hijau dan Mari Makan Mie (1)

Daun Hijau dan mari makan mie

Tak banyak kegembiraan yang bisa kami dapatkan dibanding apa yang didapatkan oleh orang-orang kota di metropolitan sana. Tapi yang sedikit itu kadang sudah lebih daripada cukup daripada tidak ada sama sekali.

Tak ada listrik, tak ada mesin cuci, tak ada televisi, tak ada playstation atau barang-barang sejenisnya. Di kota barang-barang itu sudah termasuk kategori barang biasa. Tapi jangan tanya di sini, benda-benda itu kadang sering mampir hanya dalam mimpi saja.

Tapi hari ini kawan, mie yang kami masak dengan kayu bakar dan kuali hitam, ternyata mampu mengundang canda gurau dan tawa. Sementara itu, biarlah dulu anak-anak itu serius menikmati mienya.

“Nyam…. nyam… nyam…”, kata anak-anak
“Huah… ha… ha… ha…”, kata kami, demi melihat tingkah aneh mereka saat salah seorang dari kami diam-diam menggelitik kuping anak-anak itu dengan daun sawit hijau dari belakang pintu.

Dari Kumpulan Catatan Harian : “Dibawah Daun-daun Hijau”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Top Rated