Mentari Pagi 1

Mentari Pagi 1

Mentari Pagi 1

Sinar mentari pagi jatuh di titik embun pertama
diikuti sinar berikutnya pada titik embun berikutnya
kukumpulkan semua di atas daun
tempat aku biasa melukis sepenggal kata cinta
pohon tulusku semakin rindang
hijau akan kerinduan tanpa terungkap
padamu,
padamu,
dan

hanya padamu

Hari berlalu beribu kata terangkum
tadi malam, kata terindahku lahir

saat aku mengembara dalam mimpi
selalu
buatmu
,
buatmu
dan

hanya buatmu

Pagi ini mentari berdendang
bersiul pada angin
tentang kata tak sampai

menyindirku,
menyindirku,
menyindirku!

Tuhanku, kenapa aku pengecut begini…?!

(Gondolayu 1996, judul awal “mimpi dan mimpi”)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Top Rated