Kerinduan dan Kesunyian

Kulayarkan sepasang kesunyian dan kerinduanku ke negerimu,
bersama sayap-sayap mayaku,
nyatanya hanya suara hatiku yang terbawa
Sepasang itu tertinggal lalu mengoyak-ngoyak batinku

Silih berganti  musim menetas dari langit
tapi masih saja kurindukan musim hujan
karena hanya dengan dalam rinainya
kurasa kau selalu hadir dalam pelukanku
meski hanya berupa bait-bait sederhana
dan sejumlah kata yang keluar begitu saja
tapi bukankah aku  sudah bergelimang
bersusah payah,
memikul bongkahan keletihan,
kesunyian
kerinduanku
dan
telah basah kuyup di antara rinai itu
.

PiS 31 Mei 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Top Rated