Wajah (2)

Di wajahku, kuletakkan warna-warni membelakangi matahari
agar perbedaan di dunia tersimpan dengan rapat,
meski menyatu seolah menjadi hitam,
ianya jernih dan diam-diam mengumpulkan aneka damai ke dalam batin

Di wajahku, kuletakkan duka dan gembira menghadap matahari
agar semua jernih tanpa topeng yang membuai,
meski menyatu dalam garis kerut usia,
ianya jernih dan diam-diam mengumpulkan titik-titik bijaksana ke dalam nurani

Di wajahku, kau dan aku menjadi matahari
yang menerangi cinta dan kasih sayang agar melebur menjadi satu
meski kau telah mengatupkan matamu,
namun namamu bercahaya menyinari seluruh langkahku.

(PiS, 07.04.12 “Wajah Sesungguhnya”)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Top Rated