Maafkan Aku Tentang Keriting Rambutmu

Ah… kau, selalu marah, memukul atau mencubitku geram tentang celotehanku, sambil dibarengi oleh tawa dan senyum mesemmu, tapi celoteh itu selalu kuulangi, karena tawa dan senyummulah yang ingin selalu kunikmati :

  • Maafkan aku, pernah nulis dan bilang :
    Keriting rambutmu indah kayak para indomie pulang dari salon (PiS, Cuplikan dari diari 1996-2008)
  • Maafkan aku, pernah nulis dan berkata :
    Keriting rambutmu yang legam, indah kayak segerombolan indomie habis kesetrum (PiS, cuplikan Diary 1996-2008)
  • Maafkan aku, yang pernah berkata :
    Keriting rambutmu indah, seperti pohon mangga tetangga habis kebakar (PiS, Diary 1996-2008)
  • Maafkan aku, waktu ke pantai aku bilang : jangan dekat-dekat laut, takutnya Nyi Roro Kidul mengira kau nyuri sanggulnya (PiS, Diary 1996-2008)
  • Maafkan aku, pernah bilang jangan beli mie di Janti, nanti kita dikejar karena dikira nyolong cetakan mienya (PiS, Diary 1996-2008)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Top Rated