Milas, Belajar Menyapa

line twilight

Dan tiba-tiba  aku sudah berada di sini lagi. Hatiku membawaku kesini di luar kesadaranku. Apakah kau sudah duduk di gazebo bambu di pojok itu? Seperti dulu lagi?

Suasana masih hening, tenang. Gazebo-gazebo bambu, perpustakaan, pernak-pernik, lampu-lampu redup, para pengunjung yang bicaranya berbisik-bisik, semua masih seperti dulu, persis ketika kita makan di gazebo pojok sebelah barat, selalu saat menjelang malam.

Beberapa pelayan mulai melirik, kurasa seseorang ada yang mulai mengenaliku. Aku tak tahu harus dengan bagaimana memulai menyapa. Bukan aku tak ingin menyapa. Tidak pula aku melupakan janjiku dulu padamu, bahwa aku harus belajar dan belajar menyapa dengan ramah kepada siapa saja. Berulang kali kau katakan itu. Tapi bagaimana aku belajar menyapa dengan baik jikalau guruku tidak berada di sisiku?

Baiklah, aku bersikap bodoh saja, mengalahkan logika yang selalu kuagung-agungkan, bahwa kau sudah duduk di sebelahku. Tapi tidakkah logis, bahwa kau memang ada di sini. Hatiku adalah Kau. Hati itu yang membawaku ke sini? Ya, kurasa kau ada di sini menemaniku sekedar memesan burger jagung yang kau suka itu. Aku juga suka burger itu, kurasa?

Sayup-sayup air mancur di tengah kolam berkecipak.  Tidak kubawa Mp3ku, jadi kita mulai menyimak  nyanyian   air mancur kecil yang berada di tengah kolam, dalam-dalam di hati kita. Gemericiknya, adalah suara yang kita berdua cintai, yang selalu kita cari setiap kita singgah di manapun. Di tengah alunan buaian, kupejamkan mataku, gemericik air mancur itu menyanyikanmu,
menyanyikan rambutmu yang lurus dan sedikit berombak,
menyanyikan bibir tipismu yang selalu ramah,
menyanyikan hatimu yang mulia,
menyanyikan jiwamu yang pemaaf,
menyanyikan matamu yang berbinar,
menyanyikan kasihmu yang tulus
menyanyikan kerinduanku dan kesepianku yang tak berbatas….

Pelayan itu datang dengan senyum manisnya, aku lupa apakah aku sudah membalas senyumnya atau aku diam saja menerima menu itu.  Entah kenapa, mungkin karena janjiku, aku jadi memikirkan cara belajar menyapa. Tapi hari ini sayangku, biarkan dulu semua itu terlupakan. Yang kutahu aku datang ke sini hanya ingin menyapamu. Itu saja.

Dan kasihku, di manakah kau? Bagaimana caranya, agar aku bisa sekedar menyapamu? Ajarilah aku, kasihku.

PiS,  Milas, 17 Juli 2001

From : www.Maryati.net

In English : Milas, Learn To Say Hello
.

line twilight

Luka Lainnya :

line twilight

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Top Rated