Di Stasiun Tugu

Di stasiun Tugu,
senja memuai menjadi gelap
Ribuan teriakan melirih menjadi senyap
Hingar-bingar redam dalam kelam
Melipir mataku mencarimu
di antara kerumunan tak berwujud
Di sela-sela rel-rel dingin,
kurus langkahku menjadi kaki tirus
Batu-batu kaku membungkam hati beku
Jiwaku melebam di rajam repihan rindu

: Kusadari,
kau takkan pernah lagi
duduk di situ
menunggu
ku…

(PiS, 26.06.12 “Stasiun Tugu”)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Top Rated