Hanya Sebuah Perjalanan

di antara pasir, batu besar, hati yang tak terobati

di antara pasir, batu besar, hati yang tak terobati

5:05 a.m
Telah kulewati batu-batu besar, hamparan pasir panas, ranting-ranting tajam menusuk, mendung, gelap, terik, hujan, dingin malam atau melewatkan kebusukan dan intrik yang ditumpahkan orang-orang pada diriku. Aku telah merangkai pemahaman pada para pemilik hati besi, atau membuka tangan-tanganku bagi penerimaan pada para pemilik hati yang lemah. Hatiku tulus saja melewati semuanya hanya demi menabur waktuku dan keringat dari tubuhku yang tak pernah mau letih. Bagiku semua hanya perjalanan biasa saja, karena kau yang kukasihi sudah tak di sisiku lagi.

Jika langkahku kali ini gagal dan terhenti hanya karena BBM, kuyakin tak akan banyak berpengaruh bagi diriku karena perasaanku. Langkahku refleks saja meniti arah dan jembatan yang di sediakan Tuhan bagiku karena hatiku ternyata tidaklah mau kutaruh di sini di antara batu-batu raksasa, pasir dan sungai yang mengalir deras. Semua memikat tapi ternyata tidaklah pernah mampu mengikat. Dan aku akan tenang saja beranjak dari sini dan meninggalkan jejak-jejakku tanpa perlu susah-susah menoleh ke belakang.

Di antara hitungan matematika yang meskipun dilakukan berulang dan berulang, sudah kutahu semua pada akhirnya hanya bermuara pada kata RELATIF. Dan bila BBM memukul usaha ini dari depan seperti gelinding batu besar yang kejam, aku tak akan merasakan sakit sedikit pun. Karena aku bisa pergi atau terbang kemana saja yang aku suka bersama roda-rodaku.

Ah… kau matematika dan BBM, dari dering HP jam 4 pagi ini, kini baru kusadari ternyata di tempat aku yang hanya hendak membuang bayang-bayang, waktu dan tubuhku yang tak pernah bisa letih, ternyata banyak pengharapan dan mimpi yang mereka tabur. Dan bila hanya karena kegagalan lalu aku pergi melenggang dengan santai dari sini, tentu kebaikan yang pernah kusemai akan menjadi layu dan membusukkan rongga-rongga hidungku, selamanya.

Tinggal beberapa hari lagi, semoga doa-doa mereka terkabulkan. Sehingga tanganku, kakiku dan hatiku di terima Semarang dengan senyum yang kemudian akan kuhantarkan kembali ke sini.

(PiS, 5:05AM “BBM dan Pengharapan”)

Advertisements

Pagi dan Kau

Pagi dan Kau

Lebih dari yang kutahu
pagi menjanjikan cinta lebih utuh dari syair-syair laguku
ia menuangkan semangatku dalam gelas yang lebih besar
dan menghidangkan nafas langkah baru dalam piring porselin

Lebih dari yang kutahu
Pagi menorehkan harapan lebih indah dari mimpi-mimpiku
ia membasuh keletihan jiwaku lewat embun di dedaunan
dan mengokohkan akar hatiku ke bumi pengharapan

Lebih dari yang kutahu
Lukisan hatimu menghidangkan pagi lebih cerah dari puisiku
ia merangkul kerinduanku dalam sinar yang setia menyapa
agar ikhlasku mau melepaskan sayap-sayapmu
ke dalam kasih sayang-Nya.

(PiS, 230312, “Dalam Secangkir Kopi”)

4.30 AM

Through my dreams,
I’ll try to find a path to get to the door of your heart
through my dreams,
I tried to greet your soul with my fingers yearning
through my dreams,
I compose your image into a quiet wind my night
through my dreams,
I’m scraping the pain of grief in the long road

then this morning,
my dreams disappeared after seen your smiling face
I woke up with a hint of hope that sail in the ocean
(Pis, 4.30, 220312, “Hearing and Learning”)

Top Rated