Aliran Derita

Ketika orang-orang tak mau lagi mengotori hari  kebahagiaannya
dengan cerita sedihmu,
Ketika orang-orang cepat-cepat menutup handphonenya,
mendengar lirih rintihmu,
Ketika orang-orang sangat jarang mengunjungimu,
dan tak kuasa melihatmu,
Ketika semua orang menjadi semakin sibuk,
tak perlu kau mengatupkan mulut,
memicingkan mata,
berdiam diri menahan jarum-jarum yang bertubi menghancurkan sekujur tubuhmu,
meringislah,
menangislah,
menjeritlah,
Kubuka telingaku,
kuulurkan tanganku,
kan kuhentikan langkahku ke pintu terbuka,
‘ku kan selalu di sisimu.

.

Oh…, makhluk Tuhan yang kurus,
kecil,
keriput,
tanpa berat badan
Kaulah kesempurnaan selama 16 tahun ini.

.

Oh …Tuhan,
kenapa kau ciptakan makhluk dengan aorta dilewati sungai derita yang tak kunjung henti?
Oh… Tuhan
tak kaulihatkah keperihan itu mengucur menghujani bantal, sprei dan tirai batinku?

Oh…Tuhan butakanlah Mataku dan matikanlah perasaanku
Aku tak sanggup melihatnya begini

.

Oh…, makhluk Tuhan kecilku yang kucintai,
kukatakan padamu
Kuatlah sayang,
aku disisimu
Mari sini kuhapus air matamu!!!!!!

dst
.

.

.

.

Januari 2011

For Maryati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Top Rated