Senja Menari di Bukit Bintang

Senja Menari Di Bukit Bintang

Kutahu senja telah telanjang
tertatih berjuang dari terjangan malam
yang gelap hitamnya mengalir
dari puncak bukit hingga ke ujung gang
berbusana hitam dalam kemilau lampu kota
kancing-kancing bintang gemerlap
berkeriap di kubah-kubah langit
menukik ke bumi berkaca ke sungai
mengukir punggung air menisik ke mata
lika-liku jalanan mengukir bumi
bagai ornamen bunga tak jadi
semuanya menjatuhkan hatiku
pada cinta pertama

Kini,
Kubisik pada bayangmu
“dulu cinta kita menari di sini
ketika senja
mulai menjamah Bukit Bintang.
Ingatkah kau?”

Dan,
Dengarkan degupku
Jantungku menari sendiri
Aku.., Sungguh Kehilanganmu..!

(Puisi, tentang 1997 “Bukit Bintang Wonosari”)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Top Rated