Senja Kelabu (3)

Senja Kelabu 3

Senja Kelabu 3

Dulu…
saat senja mengelabu
itulah keindahan tak terperi
bagiku dan bagimu
Saat aku tak punya sesuatu untuk ditukar
atau untuk membeli hiburan murah sekalipun

Jadi, kita selalu menghampirinya

Di rembang petang itu
kerap
kulihat kau bergelimang senyum
meski hanya ada bilah-bilah puisi
dan lelucon asalan
Alun-alun Utara selalu bersemu merah karnamu
meski jagung bakarpun kau tak butuh
ku tahu kau kan selalu memaknai pertemuan itu
sedalam samudera hatimu

Hari ini,
Kukatupkan mataku di bilik senja
angin dingin berputar mengelilingi rona keheningan
mereka berbisik :
tak ada alasan aku ada di sini

atau di alun-alun Utara itu
atau di manapun

menikmati bulan penuh berseri
itu hanya alasan belaka

kubiarkan jarum detik mengalir di rerumputan hitam
menusuk-nusuk hatiku
kubiarkan “senja kelabu” menghantam jiwaku

karena
kerinduan ini
tak terbayarkan oleh apapun
oleh tangis sekalipun…!

“Mei 2011,  menangkap 1998”

Tulisan Lainnya :
Mentari Pagi 7

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Top Rated