Kemana Burung Layang-layang

Pukul 7 pagi :

Seperti hari biasa, hari ini aku berdiri di jendela, memandang menembus kaca, mencari keceriaan dan twistnya si burung layang-layang.

Tapi,  hari ini mereka tak ada terbangan dan hinggap di seputar dinding lantai 5 Gedung Bedah Sentral ini. Sarangnya kosong ditinggalkan. Lengang. Kenapa? Entahlah!

Dadaku disusupi sunyi, batinku sepi, situasiku mengalir malas, aku gelisah lalu  doa-doa tak lagi menenangkan.

Tapi sebentar kemudian Tuhan mengirimkan seekor pipit, dia terbang ke pohon pinang hanya beberapa meter di depanku. Terbangnya tak beraturan. Leher putihnya sangat menghibur, tapi itupun tak lama jua. Limabelas menit kemudian dia lari dan tak datang lagi.

Lalu kesepian dan kesunyianlah yang beterbangan di sekelilingku.

Sedang Kau Maryati,
sedari tadi lunglai tertidur,
lemah tanpa sayap.

In Memorial : Desember 2010, RS Sardjito.
Dari berkas-berkas yang berceceran.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Top Rated