Menarikan Mimpi

Andai kumampu meminjam setitik waktu
tentu sekejap kecup mampir ke keningmu
Andai kumampu memutar kincir waktu
tentu senyap senyum melahap rinduku

Andai kumampu menari dalam mimpimu
tentu rentak hentak menapak merdu
Andai kumampu menyapa sepimu
tentu seribu sendu menjadi lagumu

Karena aku tak mampu,
jadi kucoba menarikan mimpiku

(PiS, 120212, “

Advertisements

“Nyanyian Rindu”

Rabalah aku dalam kesunyianku
Kau akan merasakan ribuan rindu
dalam hangat yang selalu melembut

Katuplah matamu pada kegelapanku
Kau akan merasakan satu langkah sinar
dalam kepastian yang selalu syahdu

Di sini, kulantunkan doa
menjembatani jurang bernama abadi.
Sekedar mencoba menyapa
sayup indah gapai lenganmu
Dan jika kau masih mengingatku
Nada untukmu akan terhunus menembus langit ketujuh

(PiS, 05.02.12 “Dari Catatan2 Rekuim”)

Bulan Yang Terpenjara


Jangan kau penjara bulanku
di hutan belantara kotamu
karena kemiskinan hatiku
selalu mencari cintanya
dari kota ke jiwa kota
dari hati ke roh hati
dari  kesunyianku
ke kesunyiannya
oleh jiwa pilu
di jantung
mentari
hati
ku
.

PiS 14 Agt 2011

Aku adalah…(I)

Aku (Senja Kelabu)
Aku
adalah lelaki yang sering duduk
duduk di batu-batu besar
batu yang sering kali ingin kuukir
tapi aku tak punya pahat dari baja tajam
yang kupunya hanyalah kapur dari belulang rapuhku

Aku,
adalah laki-laki yang berdiri
berdiri terlena di keremangan  senja yang kelabu
keremangan yang sering kali ingin kulukis
tapi aku tak punya warna cerah dan kuas hias
yang kupunya hanya jemari waktu yang tirus dan gemeretak

Aku,
adalah laki-laki yang senyap
senyap di haribaan malam
malam yang sering kali ingin ku gelegar
tapi aku tak memiliki genderang atau sangkakala
Yang kupunya hanya bisikan dari  rasa diamku

Aku,
adalah bagian dirimu  yang tertinggal,
tertinggal di haribaan bumi perih
bumi perih yang menjadi-jadi dan mengalirkan air mataku
tapi aku tak punya himne atau aubade
yang kupunya hanya ulu hatiku yang lirih merintih-rintih

.

PiS 31 Juli 2011
In English : I am…(1)

“Severe Pain”

You snap judgment at me,
but I don’t want to snap at you
you won’t to wind up at all
the funeral at my view
probably make me learned
give me a chance
come away dear
come away with guts at your hand
come away from my welfare

half away afford severe pain
scrap form pieces of heart
conscience was dead
and you saw the funeral

You linched me day before dawn

ReV : PiS 1989
(Gudang, dari sebuah kertas usang saat mau pindahan)

Kesetiaan dan Jurang (2)

Kita  bangun kesetiaan
sambil menyemai bibit kasih
dalam hingar-bingar terpendam
menyelamatkannya dari yang selain bukan bernama cinta
agar tak jatuh ke rongga gelap tanpa ujung

Kita bangun kesetiaan
melintasi jurang yang teramat dalam dan panjang
Kita meniti pelan garis tipis yang selalu melukai langkah kita
dari musim ke musim

Kita bangun kesetiaan
meski gurat-guratan perih merasuk hingga ke hati
telah panjang jua terlewati jurang-jurang itu,
ngarai itu,

Aku sangat bahagia kala melintasi jembatan rapuh kita itu
hingga akhirnya
tersungkur menangis
mendapati jurang yang tak bisa kulewati lagi…

Pagi ini, 11 Juni 2011 “PiS”

Guratan lain :
(Awal) Olenka, Si Matahari Pagi
Olenka, Rinduku Seabad Padamu
Senja, Kenangan Dan Aku

KOMA (1) — Dinihari

Mereka berbisik, memandangiku
tatapan tanpa suara dengan sejuta kata,
tapi tahulah aku, tak susah mencari makna
bahwa akulah ranting patah di segara biru
kehilangan pohon, dahan dan akar
terhempas jauh di seberang negeri tak berpeta

Kemana aku harus berpegang?
Kepada Tuhan?
Ah…saat ini, jangan dulu nasehati aku tentang religi
sampai kalian memahami bisik doa sebatang pohon
untuk selembar daun kuning di tengah gemerisik ribuan pohon ketika Tuhan mengirimkan angin topan

Stetoskop dingin telah diletakkan,
si baju putih pergi
Semua harus istirahat
Tinggallah kita berdua
dan aku terlalu gemetar 10 meter darimu

Tak ada lagi kedip
Ribuan kata berhenti di ujung bibirmu
dan bola matamu, mereka terbuka lebar,
mencoba memercikkan 37 tahunmu

ke layar kehidupanku

Banyak yang tertahan di bening matamu,
mengkristalkan ribuan pelangi teruntai dengan kata
yang hanya kau dan Tuhan yang tahu,

kuyakin itulah doa terlama, terpanjang dan terkhusyuk
yang terpampang indah mengalir jauh dari sudut hatimu

Ada nada lembut yang  mengalir di angin semilir
itulah bisik-bisik halusmu di telingaku
meski sudah kupahami
masih berharap bukan untuk yang terakhir

Tapi aku merasa menjadi halusinasi
di negeri yang tak kukenal

Hatiku, jiwaku, perasaanku
berserakan di garis tipis

aku…!
antara

ada
dan
Tiada

PiS : “Lorong RS yg sunyi, 2 Februari 2011”
“PKU Muhammadiyah Yogyakarta”

.

In English : Coma (1)


Catatan Lainnya:

Para Sahabat

Gedung DPR

Gedung DPR

Satu persatu para sahabat
dengan cepat menghadap pada-Nya
Lebih cepat dari daun kuning yang berguguran
pada kemarau yang masih muda.

Angin sepoi membisikkannya padaku
Mereka bersahaja,

ketika melepas kemilau nafas terakhirnya
menghayati, mensyukuri sakit
dengan hati suci yang tulus ikhlas

sama sepertimu
mata mereka terbuka lebar
melepas mentari terbit
dan
mentari terbenam
dalam bola mata itu
terurai silhuet jemari Ilahi
yang kokoh tapi lembut
menyambut di Sana
Tempat istimewa telah tersedia


Tempat yang bukan untuk kami
jauh dari langkah kami

yang menyimpan banyak topeng diantara gemerlap kota,
suara hingar-bingar, gedung-gedung angkuh
acuhnya lampu temaram kota
dan tiang-tiang raksasa yang dingin
membekukan setiap nurani…

(Tentang Para sahabat dan Gedung DPR, Mei 2011)

In English : Best friends

Pernak-pernik Lainnya :

 

.

Olenka, Si Matahari Pagi
Olenka, Si Matahari Senja
Olenka, Untuk Tiga Tahun
Senja, Kenangan Dan Aku


Puisi Lainnya :

Mentari Pagi 5

Mentari Pagi 5

Mentari Pagi 5

Sinar yang ramah itu adalah kau
menyapaku dengan hormat dan bersahaja
menemaniku pada langkah-langkah pendekku
agar aku tidak merasa sendirian

Sinar yang ceria itu adalah kau
berlompatan dari dahan kedahan

menelusup di antara dedaunan hijau
menemani detik-detikku
yang penuh dengan kerinduan

Sinar yang sayu itu adalah kau
meneduhkan hatiku dari kegalauan
menghampiriku  berangkat meniti waktu
yang terasa lamban mengalir dari hari ke hari

Sinar yang kucari itu adalah kau
berpendar di antara ranting

embun memantulkannya dengan lembut
tapi tajam menelusup ke dalam jiwaku

Sinar yang hangat itu adalah kau
membasuh hatiku yang beku oleh kesepian yang dingin
aku menyanyikanmu di jalanan hari ini
agar aku lupa bahwa tadi malam
aku hanya bermimpi bertemu denganmu

In English : The Morning Sun (5)

Morphine

Obat, Morfin mst, durogesic, tramadol-tragesic

Obat Morfin durogesic mst

Tadinya kukira cintaku mampu menjadi payung
melindungimu dari hujan keresehan dan ketakutanmu
Tadinya kukira genggaman kokohku menjadi pancang
 sebelum kau hanyut di rimba jerit kesakitan dan air mata
Tadinya kukira nadaku mampu mengusap rona hitam
di langit-langit kamar kita
sebelum hati kita repih kehabisan syair doa

Rasa sakit, telah menguras air matamu
lebih dari apa yang pernah kuduga dan pernah kutahu
bahkan suntikan obat-obat itu
yang telah meluluh lantakkan karang hatiku
tak jua mampu menjadi dam
bagi luapan gelombang perihmu

Tadinya kukira kita hanya butuh doa-doa

Ah.. aku harus belajar menerima ini semua,
seperti bumi menerima hujan bagaimanapun derasnya …

(PiS, Mei 2011)

Morfin

Obat Morfin durogesic mst
Obat Morfin durogesic mst

Jenis obat-obatan yang dipakai antara lain :
Morfin (Morhine Sulphate B.P) biasa disingkat MST Continus
Tramadol HCL (Injection iv/im) – Tragesic
Xanax
Durogesic Fentanyl
Ocean Power (Prevent-C)
Black Seed Oil

Senja Kelabu (5)

Senja Kelabu

Senja Kelabu

Mungkin ini kali terakhir aku duduk di sini,
begitu selalu bisikku
telah kucoba mencegah hatiku untuk kembali
tapi jauh di dalam dia menghiba
memelas agar langkahku berhembus ke sini

Kadang kupikir aku terlalu memanjakannya
membiarkan jiwa ragaku membatu di sini
tapi kupahami

ia merasa aromamu lekat dengan langit merah
ia dahaga akan ronamu di ufuk sana
ia lemah tanpa silhuet kenangan itu
meskipun juga akan melemah dengan silhuet baru

Jadi!
kembalilah daun kuning ini
ia menggugurkan hari-harinya di senja kelabu

Menanglah hasrat atas logika dan kebenaran
Pasrah

Kusalahkan hatiku yang selalu menyebut rindu
rindu
dan
rindu
sebagai senjatanya


Sudahlah!
sementara ini
Biarlah dulu ragaku dan jiwaku terlena oleh bayangmu

lagipula
di sini ada sedikit cahaya

(2011 PiS)

Senja Kelabu (4)

Senja Kelabu

Senja Kelabu

Masih saja kucari kata
Untuk melukiskan kerinduan dan kekosonganku
kutahu ini akan sia-sia
tapi tanganku menjadi pisau tanpa menulis
Maafkan aku
jika ini akan mengganggu mimpimu
dan
mengusik keabadian tidurmu
di sisi-Nya

(2011 PiS)

Senja Kelabu (2)

Senja Kelabu 2

Senja Kelabu 2

Kucari pelangi
yang dulu kutabur di sini

kucari pelangi
kala bulan purnama menantang redupnya lampu-lampu jalanan

kucari pelangi
Saat senja kelabu di ambang batas
kutarik nafas dalam-dalam dengan sekali hela
kurasa aromamu bertebaran
dengan aneka warna
itulah pelangi itu

(PiS 2011)

Senja dan Kau

Senja dan Maryati

Senja dan Maryati

Setiap mentari mulai terbenam
lambat-lambat kerinduanku terbit
rona wajahmu terbersit  di antara abu-abunya langit
dan
lagu-lagu usang
yang biasa kukumandangkan ke jiwamu


Nada-nadanya bertaburan

di antara bulan dan dawai gitarku

Entah siapa yang mau mendengarkan!

Dulu…
sekali waktu kau minta lagu ini atau lagu itu

Sesekali pula kau ikut bersenadung
atau diam-diam mendengarkan

Hari ini dan seterusnya tak ada lagi request
Aku bernyanyi sendiri
untuk diriku sendiri
dan
untuk angin yang kau tinggalkan di beranda

damailah bumi
damailah hatiku
damailah kau di sana

“PiY 2011”

Judul lainnya :

Previous Older Entries

Top Rated