Pagi Itu di Gazeboo

Pagi itu cintamu kau percikkan di ubun-ubunnya
mengalir dalam tunduk haru,
gemulai merembes ke dalam hati
Jiwanya terkesima oleh rasa sayang yang membuai
kekal meski kini dalam kenangan

Pagi itu mataku tak henti menampung cahaya
yang membahana dari lima jemarimu yang semakin tirus
menyiratkan pendar kasih yang utuh dan ikhlas
yang kami namai karunia

Kini dari hatiku bergolak kemilau rindu
Memecah aorta tembus ke ubun-ubun

(PiS, Pagi itu di Gazeboo)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Top Rated