Setangkai Kembang Merah dan Sebuah Persahabatan (1)

Mentari Pagi 2

Mentari Pagi 2

Pagi ini kukemas kembang dari Jazuli
vas kecil sudah pilihan optimal

meski risih, kurasa kau tak akan menolak
“demi sebuah persahabatan”

Jadi aku berangkat berbungkus gundah
tas ransel hijau terasa berat
oleh buku Corel Draw 4, buku catatan harian
setangkai kembang merah dan sebuah vas mini

Berat? Mungkin vas kecil itu

Gelisah menguntitku di antara laju-laju kendaraan kota
mobil dan tiang listrik cengengesan
menyaksikan kelinglungan tak berkesudahan
kembang merah dan aroma
bagai hantu dalam detik-detik jalanku
Kudapati diriku bolak-balik
datang dan pergi
mengurai keringatku dalam impian

Di kamarku…,
Saat matahari mulai tenggelam
,
kudengar kembang merah itu bercerita
pada komputerku
ia
mengutuki diriku yang pengecut

Hari ulang tahun itu berlalulah sudah
alangkah bodoh menunggu setahun lagi
hanya untuk memberikan sebuah vas
dan setangkai kembang merah

….
….
….

(Grahadya 1996, judul awal “Jalan Jazuli (4)” , bolak-balik diedit tak berkesudahan) “disket kuno”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Top Rated