Maaf, Kalau Masih Mungkin…

Like an arrow

Like an arrow

Entah apa yang harus kulakukan dengan kata “MAAF“. Di sini ada segudang kata maaf. Maaf itu melekat di jendela kamarku bersama titik-titik hujan yang masih gemeretak menampar kaca. Menghalangi pandanganku menembus kejauhan untuk menatapmu yang bersemayam di langit biru sana, di mataku langit itu menjadi selalu kelabu.

“Maaf dan maaf”, sampaikan kata itu buat ibumu di sana, kurasa ia ada di sisimu, tenang menghitung janji yang kubuat yang menurutku selalu kuanggap tidak terpenuhi, meski aku yakin betul bahwa kalian tak berkehendak menuntutnya. Kuyakin dia ikhlas persis ketika ia kita temui dulu, dia mengatakannya lewat tatapan seorang ibu sebelum ia sendiri menyadarinya. Tidakkah kau lihat ia selalu tersenyum dan tertawa kalau kita datang? Bukannya aku tidak ingin menuju impian itu, tapi, tangan, kaki, pikiranku  masih belajar mengejar panah waktu yang terlalu cepat melesat menghantam leburkan apa yang bernama titik impian milik kita. Sedang tanpamu aku hanyalah busur tanpa anak panah.

“Maaf” itu berserakan, berselipan di lembaran-lembaran pikiran dan perasaanku, bertaburan pada aliran detik-detikku, selalu berteriak di rongga dadaku. Kurasa aku mulai terbelenggu olehnya. Kata-kata itu tersekat di kerongkonganku.
Dia memaku mataku di tiap keinginan.
Mengait langkahku di tiap harapan.
Menyayat hatiku di tiap kesempatan.
Tapi ia juga meluruskan jalanku saat langkahku selip.

Kuyakin kau telah ikhlas  untuk tidak menuntutnya lagi, setidaknya saat ini di bumi ini termasuk di dalam mimpi-mimpiku.
Penyesalanku menjadi landasan ketidak berdayaanku,  meski sering kuanggap tidak perlu, karena kalau kukatakanpun itu hanya demi membela diriku sendiri.

Tapi, tetaplah, “Maafkan aku…!”

———————————————————–
PiS, Juni 2011,
From : www.Maryati.net
—————————————–

In English : Sorry If There Is Still Possible

Ini semua tentang :
– Kau yang lebih dulu pergi
– seorang ibu yang telah tiada

– diari yang sebagian kuhilangkan
– gadis kecil berjemari buntung
– Seorang anak di seberang
– sebuah website

– dendam yang hening

line twilight
Luka-Luka Hati Lainnya :

line twilight

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Top Rated