Puisi Lelaki Tua dan Gitarnya

Suatu saat,
kalau kau menemui seorang laki-laki tua
sedang melantunkan puisinya
di beranda rumah saat senja mulai menghantar malam
cepatlah kau berlalu,
agar kau tak turut menghanyutkan senjamu
ke dalam gelap tak berujung,
mendingin lalu perlahan membeku

Suatu saat,
Kalau kau mendengar denting gitar tua
Menghiba malam terasuk dalam kepak camar
cepatlah kau menyentak mimpimu
sebelum garis pantai di alismu di hujam ombak
menjadi kepingan sembilu mengiris kalbu

Suatu saat,
kau akan menyadari
Semua itu adalah dirimu dan bayanganmu sendiri
karena sebetulnya puisi lelaki tua dan gitarnya
telah lama berlayar ke 8 penjuru mata angin

(PiS, 01.05.12 “Menyambut Malam”)

1 Comment (+add yours?)

  1. reza
    Sep 16, 2014 @ 21:06:41

    dzuhur together in mosque l went home when

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Top Rated