Mentari Pagi

Sinarmu berlopatan dari dahan ke dahan
Menyingkap rinduku yang berteduh di balik dedaunan
ada kemilau menyibak sisa embun
merayuku dalam hening belai angin
Suaramukah itu?
Gemericik membelah kicau pagi
Ah…itu bisik namamu, mengalir dari hatiku
turun lewat mata dalam lelah kalbuku
Selalu kutorehkan kenangmu
pada percik-percik sinar itu
mencoba mengabadikan silhuet cintaku
yang dilahirkan cahaya mentari
dari pagi menjelang pagi

(PiS 201211, menunggu mentari terbit)

Advertisements

Abu-abu Gunung Merapi

Di gedung-gedung itu,
di lorong-lorong itu,
di balkon-balkon itu,
di parkiran-parkiran itu,
di konblok-konblok itu,
di rumput-rumput kecil itu,
di pohon-pohon pinang itu,
di kaca-kaca itu,
di sayap burung-burung Sriti itu,
di mataku,
di matamu,
di semua mata yang menatap kita,
bahkan seluruh lapisan udara
: Semua abu-abu.

Aku bahkan cuma bisa bilang :
“abu-abu, abu-abu, abu-abu dan abu-abu.”

Dan hidup kita memanglah abu-abu.
Hanya baju doktermu itu yg putih,
bahkan malam ini langit hatiku masih juga abu-abu

(PiS, 301111, Kenangan ttg Debu Merapi yg turun di Sardjito)

Top Rated