Hujan dan Perasaan

Hujan dan puisi to MaryatiAku dengar kebenaran dari hujan yang berjatuhan. Membawa sisa perjalan jauh dari Jawa menyeberangi samudera, perlahan mengetuk atap, tembok dan jendela kaca ku di Sumatera lalu tergelepar di jalanan. Itulah kebenaran tentang hujan.

Di sisi sepinya waktu, saat mataku melepas jiwa dari kaca jendela basah, melayang sang merdeka beribu-ribu kilometer jauhnya, mengarung samudera mencari waktu yang jauh tertinggal di belakang punggungku. Tempat dulu kau dan aku mengepak sayap kasih dari daun ke daun.

Dalam renung dingin, lembut kau menghampiriku, bersama ciuman yang lama menempel di langit-langit kamarku. Menebar aroma saat memelukku, lekat erat menjauh dari dinding-dinding kelabu.

Sampai kini, masih terhidu aromamu di ruang komputerku, persis seperti saat-saat indah yang kau hibahkan, saat kau memelukku dari belakang membawa ciuman ke ubun-ubunku demi mengajak meninggalkan malam ke dalam kamar kita yang penuh mimpi masa depan bertabur harapan. Tapi itu kini kosong bagiku tanpa perlu dipertanyakan kenapa.

Sungguh tajam kenangan menyayat kalbu. Lelah kucari, tapi tak kutemukan jalan menuju tempat untuk melepasnya meski sepercik demi sepercik. Jadi kujejak kakiku kemana kumampu, kemana hatiku mau, tanpa menghiraukan lagi kalimat-kalimat perih yang dihidangkankan orang-orang yang menunjukkan mereka tak mengenalku sama sekali selain raut wajahku.

Aku memohon pada sang waktu, agar segera memutihkan rambutku dan membijaksanakan jiwaku. Untuk kemudian berbaring ke sisimu lalu menciummu sekali lagi sebelum terjatuh ke dalam kebenaran dunia yang harus takluk kepada nasib. Kebenaran itu, terlalu lama kuperjuangkan. Jauh lebih lama dari ritmis ketukan rindu hujan pada kaca jendela malam tentang cerita musimnya.

Di sini, dibantalku masih kusimpan mimpi-mimpi sebelum memulai kembali pagiku. Karena itu kutaruh kepalaku di sana lalu kukatup mata, mendiamkan saja rintik hujan yang mengetuki jendela kacaku lalu bergeleparan di jalanan…

(PiS, Perjalanan ruang 2013)

3 Comments (+add yours?)

  1. dewi
    Apr 06, 2013 @ 08:13:00

    aku pengen banget bilang sesuatu tapi sulit untuk merangkainya.. takut salah.. karena aku nggak ngalamin.. tapi saat ini aku sedang mencitai seseorang dengan sangat amat.. bersa dia aku lalui banyak hal.. aku dan dia seperti sudah tak mampu jika tidak bersama.. tapi seandainya tuhan memanggilku.. sungguh aku nggak mau dia berada dalam kesedihan yang dalam,, dalam kesakitan yang pedih.. jadi menurutku.. maryatimu juga demikian.. tersenyumlah.. lanjutkan hidupmu.. isi hidupmu.. wujudkan mimpi yang masih mampu kamu wujudkan yang dulu belum sempat terwujud bersama maryatimu.. jadikan maryatimu sebagai perempuan super power karena meskipun sudah tiada dia masih bisa membuat seseorang memiliki kontribusi untuk hal-hal dimuka bumi ini.. jadikan dirinya tetap hidup dalam setiap hal yang kamu jalani… supaya kamu nggak merasa sesepi dan sesunyi saat ini.. yakinlah disurga kelak, maryati seorang lah bidadarimu.. kalian akan hidup kekal di sana.. :”) i pray for u..

    Like

    Reply

    • PiS
      May 24, 2013 @ 10:00:04

      Terimakasih mbak Dewi atas nasehat dan doanya. Bagaimanapun semua ini tentang perasaan, saya sebagai manusia biasa sedang belajar menjadi kuat dan belajar mengendalikan perasaan itu. Sayangnya, hingga saat ini belum bisa, perasaan itu bukan tanah liat yang mudah dibentuk dan dirubah, namun bukan saya tidak mencoba, saya bukan orang yang gampang putus asa. Perasaan saya dibentuk oleh waktu dan hanya bisa dirubah oleh waktu juga. “Waktu” itulah masalahnya,saya hanya butuh waktu dibarengi sambil bersabar, sambil berusaha dan sambil berdoa. Sekali lagi terimakasih nasehatnya… salam kenal, salam sahabat…🙂

      Like

      Reply

  2. ibu dini
    May 25, 2013 @ 21:53:32

    mengikuti sepintas perjalanan yang lewat bersamamu dan kecintaanmu yang dalam, membuat aku belajar banyak akan kekuatan rasa yang luar biasa. semoga waktu cepat berlalu bukan untuk menghapuskan kenangan tetapi membuat kenangan menjadi kekuatan indah untuk bangun dan berlari seperti angan yang dia impikan bersamamu, selamat berjuang dengan semua doa dan bertekat akan mampu memeluk hari hari terang dan penuh semangat… ikut berdoa untuknya , dan ikut berdoa untukmu

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Top Rated