Luka-luka Laut ku

Puisi sajak Luka-luka laut ku

Satu-satu camar hilang
Laut mendiam menyimpan birunya
Suara kepak menghening di buih kabut
mengadu lengang menggantikan cahaya.
Karang-cadas sembunyi-sembunyi menggurat hati
memaparkan tanya menusuk ke ubun-ubun
: “Di mana rasa cinta itu berlabuh?“
”Di mana?!”

Ada geligi gemeretak
Menahan luka mengaliri jiwa
Ada mata terpejam,
membendung hujan jatuh ke pasir
Butir bening air itu akhirnya melipir terasa asam
Menyentak pipi ke dalam gemetar
: Segala waktu telah menjadi basi

Aku menyendiri,
menanti kelahiranmu
megah di antara langit dan ufuk
juga menanti ombak gelombang cahaya rambutmu,
berkilau ke samudera sanubariku
: Silhuet

Tapi di rongga jantung hingga seluruh nadiku
: laut luka ku
luka laut ku

(PiS 03.05.12 “Menyapa Bulan Mei”)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Top Rated