Bahan Makanan dan Fitokimia/Anti Kanker

Di bawah ini terdapat tabel tentang jenis-jenis  makanan dan kandungannya. Bisa digunakan untuk mengatur keseimbangan kandungan yang masuk ke dalam tubuh kita.

Bahan Makanan dan Fitokimia/Anti Kanker yang Dikandung :

No. Nama Sayur/Buah Kandungan
1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

Kedelai

Anggur

Kunyit

Brokoli

The Hijau

Blueberi

Strawberi

Kedelai

Tomat

Jeruk

Sitrus

Bawang Putih

Kubis

Isoflavon

Resveratrol

Kurkumin

Isotiosianat dan indol, sulforafan

Katekin, Epigalokatekin -3- galat

Delfinidin

Asam Elagat

Genistein

Likopen

Limonen

Limonen

Dialil Sulfida

Indol -3- karbinol

No. 1 sd 13 Sumber : 11 Makanan…. 76/77

Sumber : www.Maryati.net

Advertisements

Sayur lauk hijau

Sayur lauk hijau adalah sayur yang diolah dari berbagai sayur di bawah ini sesuai selera :

  • Kacang merah
  • Kentang russet
  • Tahu
  • Tempe
  • Kacang kedelai
  • Kol ungu
  • Asparagus
  • Bawang bombai
  • Radis
  • Terong
  • Bawang merah/putih
  • Sawi
  • Kedelai
  • Artichoke
  • Cengkeh
  • Kol cina
  • Miju-miju
  • Mustard
  • Lobak
  • Kecambah alfalfa
  • Basil dan rosemary
  • Adas manis, adas
  • Ketumbar
  • Jeruk grapefruit
  • Loko (cepula/bawang kecil)
  • Kol brussel
  • Brokoli
  • Selada boston
  • Paprika merah
  • Kacang polong
  • Paprika hijau
  • Tomat
  • Seledri
  • Kembang kol (Semua keluarga kol)
  • Wortel
  • Mentimun
  • Lettuce
  • Kunyit
  • Kunir
  • Ercis
  • Soba
  • Kacang adzuki
  • Kacang hijau
  • Buncis
  • Jahe
  • Bokcai
  • Caper
  • Lettuce
  • Paterseli
  • Jamur shiitake
  • Thyme

Semua bahan makanan di atas mengandung Fitokimia dan/atau antioksidan, jemlah kandungannya ada yang sedikit dan ada yang banyak.

(Diary Maryati/www.Maryati.net)

Senja, Kenangan dan Aku

line twilight

Senja, Kenangan dan AkuSeperti biasa, aku duduk menyendiri di tepi pantai Parangtritis sambil mendengarkan mp3. Istriku, ponakan-ponakannya dan anakku, gembira bermain dengan ombak yang sesekali menghampiri. Laut seolah-olah merayu, membisikkan sesuatu yang membuat mentari semakin merendah. Tak terasa senja perlahan turun di keningku, mentari meredup, merendah mengintip di balik awan keabu-abuan, berkaca di air laut pada sisi pantai di antara silhuet para manusia. Semakin ia merendah semakin menguningkan cakrawala, bagai lukisan pada bentangan kanvas yang rasanya ingin kutangkup dalam lima jemariku dan kusimpan dalam sakuku. Lukisan Tuhan yang maha indah itu menenggelamkanku dalam kenangan akan hari-hari panjang yang telah terlewati.

Dalam sekejap, kenangan datang bagai sekawanan burung-burung pipit yang beterbangan di persawahan batinku. Kini aku terjebak oleh situasi, aku tak lebih sebagai petani atau bahkan bagai orang-orangan sawah yang kelelahan menghalau semua itu. Saat-saat terlena seperti ini, nuraniku selalu membantu mengingatkan diriku akan hal yang patut. Tapi sekuat apa dia?! Apalagi saat ini senja lebih membawaku condong pada kenangan duka daripada suka, secondong mentari yang mulai tenggelam, parahnya aku justru menikmatinya, karena aku ingkar pada komitmenku yang kudapat dari suluhnya Gibran. Karena tak mampu, kubiarkan itu melarutkan butiran detik demi detik, MP3 yang sebagian besar berisi lagu-lagu syahdu, kubiarkan semakin membara membakar sebagian benakku. Entah kenapa aku tetap duduk di sini sendiri dan membiarkan sebagian dari diriku melayang ke ufuk sana. Entah kenapa aku tidak berbaur dengan hamparan kegembiraan di depan mataku. Harusnya aku menyadari aku telah melewatkan menit-menit kegembiraan yang hanya beberapa meter terbentang di hadapanku. Berapa kali peluang seperti itu akan ada? Padahal segala umur menuju titik yang sama : dan alur sehabis senja tentulah malam. Tak kusangkal lagi, aku memang terhanyut pada riak-riak antara kenangan kesedihan dan keindahan, dan begitulah biasanya. Sulit, tak patut, tapi ternikmati ke ruas jantung terdalam. Terlena, kubiarkan aku pasrah sekejap. Sering aku berdoa, agar sifat ini tidak terwariskan ke anakku.

Bagiku butuh waktu lama untuk menjadi seperti anak sungai yang terus mengalir. Meski aku telah menuai bulir-bulir usia dalam tangkup besar, tak jua kudapat wajah sang bijaksana. Sebagian besar diri manusia seperti aku akan tetap belajar bahwa helai demi helai hari, baik duka maupun suka, bila telah terlewati, seharusnya tak boleh lebih dari sekedar menjadi lembaran harian yang harus lebih banyak disimpan di laci yang ditaruh di gudang bawah tanah kehidupan. Seperti kata orang bahwa kenangan hanyalah sesuatu yang harus ditinggalkan jauh di belakang punggung kita, dia tidak boleh menjadi tas ransel yang dibawa ke mana-mana hanya untuk menjadi beban pundak dan jiwa kita.

Hingga detik ini aku masih belajar menjadi anak sungai yang meninggalkan keindahan rumput, pohon, bunga-bunga kecil, bukit hijau dan perdu yang merdu. Meninggalkan sakitnya batu-batu tajam, pecahan beling, lancipnya kayu dan sengatan duri-duri. Bahkan meski orang atau hewan mencuri sebagian dirinya, sebagai air minum atau pembilas kotoran, ia dan jiwanya tetap yakin dengan langkah teguh menuju satu tujuan. Seduka dan seceria apapun jalanan yang harus dilewati, dia tidak pernah menoleh ke belakang, apalagi kembali. Ia lebih banyak hening, ia akan bicara kelak ketika tiba masanya, menceritakan perjalanannya kepada mentari yang mulai tenggelam. Dan kita menikmatinya sebagai suara debur ombak. Suara yang menceritakan pengalaman perjalanan panjang.

Kusimpulkan tali hari dalam diriku,
bahwa kenangan kegembiraan/kesedihan ku terdahulu, saat ini, detik ini, seharusnya menjadi sepercik senyum yang menjadi lilin tidurku melewati malam menunggu cahaya esok pagi. Dan kalau mentari telah terbit, kusimpan saja lilinnya, untuk malam menyusul.
Aku tersadar, aku tak boleh membiarkan kenangan beterbangan, mengepakkan sayapnya dengan leluasa di kepalaku. Jadi seperti biasa kuambil kertas dan menulis, bahwa kenangan itu hanyalah burung-burung pipit, burung imut-imut yang lucu meski sedikit mengganggu. Mereka itu bisa ditangkap, kemudian dikerangkeng dengan pena pada kertas-kertas. Tak lama lagi ia akan diterbangkan dengan sayap barunya : “blog atau web” ke alam maya. Senyatanya, aku harus berteriak menghambur ke ombak yang berdebur, bersiram-siraman bersama keluargaku sebelum malam jatuh di keningku.

Hari ini jadilah blog ini, burung-burung pengganggu di sawahku kutangkap satu-persatu, lalu kuterbangkan ke jagad maya, tapi sebagian padi dalam diriku telah dicurinya.

PiS
From : www.Maryati.net

In English : Twilight, Memories and You

line twilight
Luka Lain :

line twilight

Jemari Tuhan dan Sang Waktu

Ketika Tuhan menjentikkan jemarinya, kematian menjadi pernak-pernik yang bertaburan di antara kita. Kesadaran akan kesalahan masa lalu seperti bangun dari tidur panjang. Penyesalan agar waktu mundur ke belakang adalah mimpi dan selamanya tetap akan menjadi mimpi meski tangis menjadi-jadi. Pada akhirnya  hanya tertuang dalam dua bentuk, doa yang berbuah hikmah atau protes pada Tuhan yang merusak jiwa.

Saksikan, air bah yang berlulang kali melimpah bertanding dengan air mata yang tak berkesudahan. Rumah mewah dan gubuk reot bernilai sama pada akhirnya. Si miskin protes, menurut mereka, “Bagaimanapun rumah mewah lebih mempunyai kekuatan melindungi, berkat beton dan tulang besinya seringkali mampu meminimalisir kematian atau derita dari penghuninya. Bandingkan dengan gubuk yang tiang-tiangnya justru menjadi rajam mematikan,  bagi orang yang berteduh di sana”. Jadi kecemburuan pun perlahan merayap di antara ketidak berdayaan. Menelikung beberapa isi kepala menjadi jurang sosial yang semakin menganga. Sekali lagi pada akhirnya semua itu akan bernilai sama. Kematian.

Ketika Tuhan menjentikkan jemarinya, gemetar pusat bumi memacu gemetar jiwa. Meruntuhkan apapun tanpa pilih-pilih. Puing-puing, darah, ketakutan dan kematian di sana sini menyebabkan orang melupakan sekelumit perbedaan yang sulit berpadu (sudut pandang politik, budaya, hukum, agama, ras dsb). Lalu kita melihat secara fisik, bahwa tolong-menolong menjadi jembatan gagah yang tampak indah. Sebagian memang ikhlas, namun sebagian lagi terselip jua cita-cita tersembunyi, jembatan untuk untuk kepentingan pribadi.  Bantuan yang terlihat dan kedermawanan menjadi kendaraan yang melaju di atas jembatan itu, mencipta keanggunan dan pujian bagi pribadi-pribadi atau golongan gila hormat, lebih menyakitkan ketika mendengar bahwa mereka mendapatkan keuntungan yang memang sebelumnya telah diprediksi mereka. Banyak yang menjalaninya dalam perasaan plong, tanpa rasa bersalah, seolah sang Pencipta merestui dengan mengatakan itu adalah bagian dari kucuran keringatnya.

Ketika jemari Tuhan dijentikkan-Nya, hanya sang waktu yang berlaku seperti biasa, dia tidak perduli pada perbedaan apapun, pada intrik selicik apapun, pada tangis sesendu apapun, pada tawa sederai apapun, pada kematian sekelam apapun, kesakitan seperih apapun, pada beribu kelakuan terpuji atau tercela, pada iba yang menghiba-hiba,  pada kau, aku, kita atau mereka, hingga pada jentikan jemari Tuhan berikutnya.

Aubade untuk Tuhanku dan Maryati

Oh..Tuhanku, sampaikan salamku padanya
aku resah tenggelam di gemuruh rindu-rinduku
Jadi ijinkan sekali waktu jiwaku mampir di rumahnya yang rumah-Mu jua

Oh..Tuhanku, perdengarkan bisikku padanya
hatiku membuta di antara gemerlap kota dan lampu-lampunya
Jadi ijinkan sekali waktu bayangku bermandi sinarnya yang sinar-Mu jua

Oh..Tuhanku, berikan aku sayap miliknya yang tak terpakai lagi
Hariku telah buram, tenggelam dalam sepi-sepiku
Kuingin terbang jauh melayang ke negerinya

Hatiku telah letih
Jadi izinkan sekali waktu rinduku mengetuk pintunya
yang pintu-Mu jua

Hanya Kau yang punya kuasa dan kuncinya
Agar kalbuku masuk dan istirahat sejenak

Air mataku yang jatuh di hamparan laut
menguap mencari langit-Mu,
aku memohon menghiba Mu
dapatlah air mata itu membasuh jiwanya

karena kuyakin
dia jua merindukanku…

Oh… Tuhanku tautkan  puisi-puisi hatiku
menjadi rerumputan hijau
di hamparan tempat peristirahatannya,
agar dia sejuk dan nyaman

Terimakasih Tuhanku…

(PiS, Feb 2011)

Api Malamku (2)

Api Malamku (2)

Api malamku (3)

Api malamku (3)

Api Malamku (4)

Api malamku (4)

Api malamku (5)

Api malamku (5)

Apiku

Apiku berkobar

Api malamku

Api malamku

CAVATINA

Kugoreskan rindu rinduku di rerumputan hijau basah
basah oleh air mata dari langit birumu
Aromamu terbawa ke sini
dan senyummu beterbaran di antara Mawar-mawar
indah berduri

Kugoreskan rindu rinduku di kepak camar kesepian
kesepian oleh rindu akan bening danau hatimu
Senyummu terbersit di sana sini
dan syahdumu tertuang di antara puisi puisi pipit kecil
beterbangan di antara langit biru dan persawahan

Kugoreskan nostalgiaku di nada-nada Cavatina
tempat kalbu kita dulu berlabuh saat keresahan mendera
di irama sendunya kau mengalir memenuhi jiwaku
tak kusadari
air mata mengalir
larut dalam malam kelam

Saat kepalaku di bantal
Aku bertanya pada siapa kuucapkan
“selamat tidur sayang…?”
Sejatinya hanya kau

(PiS 2011)

Aku, Rindu Dan Kepergianmu

Mar…
Secinta ombak pada pantai
tak jemu-jemu merayu detik-detik keabadianmu

Secinta angin semilir pada rumpun bambu
tak henti merayu mengusik helai-helai rambutmu

Secinta camar pada ombak laut
teguh mengepak mencarimu di perca-perca gemuruh

Aku terduduk membatu
Kupejamkan mataku dalam dalam
Menanti bisik, sentuh dan tatap sayumu

Air mata tak terbendung bertaburan
Alangkah indah kau berkaca dibeningnya

Alangkah perih kau melambai
Lamat-lamat mengecil
lalu menghilang di ufuk

In memorial, Maryati 2011

Protected: Olenka, Gerhana

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Buku Referensi Kanker

Sebagian buku-buku yang menjadi sumber rangkuman tulisan-tulisan/artikel kesehatan yang menjadi konten blog/website ini :

  • Ginekologi (Bagian Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran
  • Food & Cance (Hubungan Makanan dan Kanker) oleh Dr. Chris K. H. Teo & Ch’ng Beng Im), Penerbit PT Elex Media Komputindo.
  • Kanker (Mengapa Mereka Tetap Hidup), Belajarlah dari orang-orang luar biasa ini cara mereka menghadapi kanker, oleh Dr. Chris K. H. Teo, Irene E. A. Teo  & Ch’ng Beng Im-Teo.
  • Herbal Penyembuh Kanker pada Perempuan, oleh Joko Suryo.
    Buku Pintar Kanker, oleh Sadmoko Budi Santoso, penerbit  Power Books (IHDINA).
  • Antikanker (Pola Hidup Mencegah Kanker), David Servan-Schreiber, MD, PhD, Penyadur Prof. Ir. D.K. Harya Putra, M.Sc, PhD,  Penerbit Udayana University Press.
  • Dokter Tolong…Saya Kena Kanker (Sebuah Buku Pembuka Harapan), Kisah-kisah nyata pasien dan informasi tentang kanker langsung dari ahlinya, oleh Dr Ang Peng Tiam, Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama Jakarta.
  • Makanan Pencegah Kanker (Panduan Memilih Makanan dan Mengatur Pola Makan untuk Mengurangi Risiko Terkena Kanker), oleh Dr. Clare Shaw bekerjasama dengan The Royal Marsden Hospital – rumah sakit terbesar di Eropa, penerbit PT Gramedia Pustaka Utama.
  • Mencegah dan Mengobati Kanker pada Wanita dengan Tanaman Obat, oleh Lina Mardiana, Penerbit Penebar Swadaya.
  • 11 Makanan Ampuh Pencegah Kanker (Hidup Sehat Melalui Pola Makan), oleh Richard Beliveau, Ph.D., Denis Gingras, Ph.D., Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama Jakarta.
  • Mahkota Dewa Panglima Penakluk Kanker oleh Ning Harmanto (Menaklukkan Kanker Bersama Mahkota Dewa dan Tanaman Obat Lainnya Disertai Dengan Pengalaman Para Pemakainya).
    Seri Pengalaman Kisah Sejati: Obat Tradisional Taklukkan Kanker, oleh Tim Redaksi Trubus, Penerbit Penebar Swadaya.
  • Bebas Kanker Tanpa Daging (Have fun being a vegan!), oleh Harry Freitag L Muhammad, S.Gz., Prima Oktaviani H, S.Gz.
  • Bertahan Hidup Dengan Terapi Jus (Hidup Lebih Sehat dengan Terapi Jus), oleh Ana Maria, Penerbit Pustaka Anggrek.
  • Cara Cerdas Menghadapi Kanker Serviks (Leher Rahim), oleh Bertiani E. Sukaca.
  • Penyembuhan dengan Terapi Bawang Putih, oleh Tadashi Watanabe, D.SC, Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama Jakarta.
  • Kanker Ginekologi, oleh DR. Andrijono, SpOG, Penerbit Divisi Onkologi Departemen Obstetri Genekologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

(PiS 2011)
Sumber : www.Maryati.net

Amino Acid

There are 23 kinds of amino acid , fifteen of them can be produced by our body system. The other the other eight aminos are often considered as the essential amino acid, it have to come from our diet.
there are some vegetation foods below which are containt 8 the essential amino acid

• banana
• Brussel cabbage
• chickpea.
• cabbage
• cauilflowerl
• carrot
• potato
• Kacang Polong
• cucamber
• sesame
• pumkin
• corn
• sun flower seeds
• Eggplant
• Tomato
Protein is produced by body after processing amino acid ( from various source : ivans)

Protected: Kaulah Lilin dalam Kegelapan

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Protected: Morfin 1

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Protected: manuskrip (3) Di kamar ini

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Protected: Olenka, Kemana Aku Harus Pulang?

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Catatan Buku Harian Maret 2010

Dari Buku Harian Maret 2010

06.00  – Jus wortel (6 buah wortel+ 2 apel+1 tomat)
06.45  – Olah raga ringan, jalan kaki di lembah UGM
07.00  – Nasi organik merah+tempe+tahu+lalap mentah brokoli+sayur rebus+kuah (buncis, seledri, kentang org, kol, kacang merah)
08.00 – Minyak ikan
08.30  – cemilan 5 buah anggur+ 2 strawberry atau 1 kiwi
09.00 – Dua buah pil Typhonium Plus.
10.00  – Teh hijau 1 gelas ukuran sedang
10.30  – Cemilan
11.00  – Kunir 100 gram (±6 buah)
12.00  – Nasi merah organik + sayur hijau + lalap
13.00  – Jus Apel (4 bh + 2 tomat)
14.00  – Jus buah delima 1/2 gelas
14.30  – Cemilan (kacang kedele atau sukun rebus atau ubi jalar)
15.30  – Kunir 100 gram (± 6 buah)
16.30  – Jus Anggur
17.30  – Herbal dari Pati — Mak Hwa.
18.30  – Nasi Merah organik+sayur hijau+ lalap
19.00  – Teh hijau 1 gelas
19.30  – Cemilan
20.00  – Jus Delima gelas sedang
21.00  – Tiga butiran putih dari Pati
21.30  – Thyponium Plus

Cemilan :

  • Kacang kedelai rebus 1 porsi (± 20 buah)
  • Sukun rebus
  • Ubi jalar
  • Jagung rebus

Kembali ke Menu “Maryati”

Previous Older Entries

Top Rated