Maafkan aku tentang sejumlah nama

Maafkan aku, waktu kau bilang mas I* dan bu D*** spt Romeo dan Juliet, aku bilang kita spt Romeo dan pentul korek api (Grahadya, keriting12)
 
Maafkan aku, waktu kau temukan FaceBook-ku yang bernama “Cassanova,” kau merenggut dan suruh ganti, aku bilang iya, sudah kuganti dengan nama “Romeo”. —> bolpoint melayang (PiS, Catatan di Blogspot 2007)
Advertisements

Maafkan Aku Tentang Gigimu :

Maafkan aku pernah bilang dan nulis : Kalau kau tersenyum gigimu indah seperti gigi mentimun kena mortir (PiS, Diari 1996-2008, HD yg Rusak).

Maafkan aku pernah bilang dan nulis : Aku nggak mau nonton lagi pemotongan hewan kurban, karena akan mengingatkan aku padamu ketika kau sakit gigi. (Desember 1996-2088)

Maafkan Aku Yang Selalu Mengganggumu :

Maafkan aku, waktu kau sedang makan lalu ada telpon, aku menyembunyikan ayam gorengmu di laci komputer,  aku pergi dengan temanku, dua hari kemudian baru aku ingat (PiS 2002).

Maafkan aku, waktu kau malam2 ngetik sendiri di ruang komputer, aku berkali-kali menembakimu dengan karet jepretan dari balik korden. (PiS 2011).

 

 

Maafkan Aku, Tentang Hidungmu Yang Pesek :

  • Maafkan aku, pernah nulis & bilang : Meski sedikit pesek, hidungmu bagus, kayak saringan teh jatuh dari jembatan layang Janti (PiS 1996-2008).
  • Maafkan aku berkali-kali, krn sering mengulang percakapan sejenis ini :

PiS : “Kau mirip sekali dengan artis tenar, bahkan nggak kalah cantik    dengannya”
Yt  : “Pasti mau ngenyek! Artis mana?!”
PiS : “Yati Pesek”
Yt : “Tu khan…!”
(Catatan tertinggal PiS 2011)

  • Maafkan aku pernah bilang hidungmu sebetulnya lumayan mancung, seperti gunung merapi yang baru meledak, dan terangkat hingga ke akar-akarnya (PiS, 1996-2008)

Maafkan Aku Yang Asal Ngomong :

Maafkan aku, karena pernah bilang : Kaulah wanita tercantik di dunia, tapi ketika kaum perempuan sudah punah (PiS, Diary 1996-2008)

#Lagu Favoritmu#
Maafkan aku, karena pernah bilang/nulis : Suaramu indah dan sangat tinggi, persis ringkikan kuda kejerat tali jemuran. (Terutama ketika menyanyikan lagu batak berjudul “inang”)

Maafkan aku, pernah bilang : Kalau kita kalah di pengadilan melawan si Sy*ms*l B, lalu aku di penjara, kau jangan sampai menikah dengannya, karena nanti anakmu akan diberi nama Osama Bin Klaten (PiS)

Maafkan aku, kau bilang dari dahulu aku keras kepala, lalu kubilang, tapi jangan karena itu kau lantas membeli parutan kelapa (PiS, Diary 1986-2011)

Warung bakso pak Kribo selalu membuat kita senyum, gara2 pernah kubilang nama itu tercipta setelah dia melihat anunya lewat cermin (PiS, Diary 1996-2008, Percakapan Panjang)

Maafkan Aku Tentang Keriting Rambutmu

Ah… kau, selalu marah, memukul atau mencubitku geram tentang celotehanku, sambil dibarengi oleh tawa dan senyum mesemmu, tapi celoteh itu selalu kuulangi, karena tawa dan senyummulah yang ingin selalu kunikmati :

  • Maafkan aku, pernah nulis dan bilang :
    Keriting rambutmu indah kayak para indomie pulang dari salon (PiS, Cuplikan dari diari 1996-2008)
  • Maafkan aku, pernah nulis dan berkata :
    Keriting rambutmu yang legam, indah kayak segerombolan indomie habis kesetrum (PiS, cuplikan Diary 1996-2008)
  • Maafkan aku, yang pernah berkata :
    Keriting rambutmu indah, seperti pohon mangga tetangga habis kebakar (PiS, Diary 1996-2008)
  • Maafkan aku, waktu ke pantai aku bilang : jangan dekat-dekat laut, takutnya Nyi Roro Kidul mengira kau nyuri sanggulnya (PiS, Diary 1996-2008)
  • Maafkan aku, pernah bilang jangan beli mie di Janti, nanti kita dikejar karena dikira nyolong cetakan mienya (PiS, Diary 1996-2008)

Humor Dan Celoteh ttg Gitar

.

Tau nggak kau,
Dimanapun kulihat gitar, aku  sering senyum dan kangen padamu, karena ingat setiap aku menggitari lagu rock,  kau selalu bilang aku pintar main gitar, apalagi tanpa senar (PiS, diari 1996-2008).

Tau nggak kau,
Dimanapun kulihat gitar, selalu kuingat kata-katamu yang menyuruhku mengambil tali jemuran, ketika senar gitarku ada yang putus (PiS, Diari 1996-2008)

Tau nggak kau,
Kadang kalau kulihat gitar, aku sering senyum, karena ingat waktu senar gitarku putus, kau melemparkan tali kolor padaku (PiS, Diari 1996-2011).

Maafkan aku kalau aku pernah bilang :
Sebetulnya suaramu dan suara gitarku sama indahnya, sayang suaramu perlu di stell, dan senarnya diganti dengan pyramid asli. (PiS, Diari 1996-2008).

Top Rated