“Ikan dan Burung”

3:40 AM. Untuk yang terkasih : Maryati
Kurasa aku seperti ikan kecil di dalam akuarium. Merasa bebas ke sana ke mari, merekahkan sirip-siripnya, lalu meluncur merdeka di antara koral-koral hias, batu, kerikil, dan pasir. Nyatanya hatiku taklah pernah bisa terbawa pergi lebih dari satu meter jauhnya dari tempat engkau menorehkan garis tulus di tugu perasaan itu.

Jadi, begitu kutahu kemerdekaanku hanyalah seukuran akuarium maka akupun mencari bentangan laut, meski ada kekhawatiran bahwa mungkin aku tidak akan pernah sampai ke pesisir pantai sekalipun. Tapi sepanjang aku mencari pemenuhan keinginanku itu, aku akan tetap menyenandungkan rasa syukur dibanding seekor burung dalam sangkar yang bahkan tidak akan pernah beranjak lebih dari dua kali bentangan sayapnya. Aku masih lebih beruntung dengan sirip kecilku dibanding dengan sepasang sayap yang kepaknya tidaklah terlalu memberikan manfaat.

Kau yang membacaku harus mengerti, bahwa aku tak berkeinginan membeli banyak akuarium bagi diriku sendiri seperti mengumpulkan kepingan-kepingan kemerdekaan, hanya agar aku merasa bahwa aku telah memiliki tempat berpindah-pindah untuk menghalau kerinduan atau tempat aku menebarkan butiran-butiran air mata atau kesepian-kesepian yang selalu menghujani malam-malam dingin atau mengiris-iris hingga ke lubuk hati. Hingga aku kelak menjadi bongkok dan tak berkuasa lagi selain hanya mampu bermimpi mendapatkan sayap yang lebih luas, lebih kokoh, lebih bebas merdeka dan lebih bijaksana.

(PiS, 09.04.12 Bahan manuskrip & blog : “Ikan dan Burung”)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Top Rated