“Diam”

Gadis kecilku
Telah seminggu diamku merana
menelusuri jejak jawaban dari ranting ke ranting
dari dahan ke dahan
dan berhenti menjadi akar yang terkubur
karena pertanyaanmu menjadikan lidah kelu
dan terpenjara di rongga bibirku

Untuk rindumu yang gelisah
telah kuletakkan rinduku di depan pintu hatimu
bersama ribuan jemari yang tetap berat untuk mengetuk
dan bila belum terucapkan sepatah kata sebagai jawaban
biarlah waktu yang membukakan pintu bagi kita kelak…
6:20 AM.

(PiS, 030412, “Bersabarlah di sana” For anak terkasih)

Advertisements

Puisi Kecil buat Bunga Kecilku

——————————————————————————————–

Kupilihkan kata-kata sebisaku
Kutata dalam message FB-mu
Meski tak seindah belaian ibumu
atau senyumnya ketika ia menidurkanmu
Tapi ini isi hati terdalamku
Tanda kasih dan sayang buatmu

Kuselip kerinduan
Dan peluk cium yang lama tertunda
Kita tak perlu meratapinya,
Semua akan menjadi biasa dan terbiasa
Hari-hari kita akan terangkai
menjadi pohon haru
Dengan taburan bunga senyum yang bermekaran
lagi wangi

Malam ini…
Ingin kucium kening dan pipimu
seperti yang biasa dilakukan ibumu
saat kau akan berangkat sekolah
atau ketika kau akan tidur

Di dalam doaku….
Kelak kau akan mengerti

Bahwa kecintaanku dan rasa sayangku padamu
meski selama ini terlihat semu adalah penuh
(hanya melalui SMS, telpon atau FB)
Bersama rinduku padamu, adalah raksasa dalam hatiku
Esok ia akan menjelma ke hitam atau putihmu
Dalam bentuk pelukan dan
belaian lembut di rambutmu
tentang apapun, yang terbaik dan terburuk

hatiku akan menjadi telaga
yang akan menampung segala-segalanya tanpa tapi.
Segala kegembiraan, kerisauan dan keluhanmu…
tertangkup dalam dua lengan dan bongkah hatiku

Kelak, waktuku akan tersedia utuh di semua jalan
yang akan kau lalui

Selamat malam sayangku
Selamat malam buah hatiku
Selamat malam bunga kecilku

kupetik bintang dalam dawai gitarku,
kau akan mendengarnya dalam mimpi damaimu

”Your Father Mei 2011”

In English The Small Poem for My Small Flower

Top Rated