Sebuah Tempat Untukku

Tentu ada sebuah tempat buatku, dimana aku bisa bekerja keras menghabiskan sisa waktuku dan sisa-sisa tenagaku demi melewati lembar hari demi lembar hariku dan mengurainya menjadi sesuatu yang berarti meski hanya setitik.

Sebuah tempat untukku buat bekerja dan merenung arti kehidupan, jauh dari kebohongan-kebohongan, jauh dari intrik-intrik, jauh dari keinginan-keinginan tersembunyi selain daripada apa adanya dan keikhlasan. Sebuah tempat sederhana dimana aku bertemu orang-orang sederhana tanpa mengenakan topeng dan senyum misteri.

Di tempat itu pasti aku bisa leluasa menulis atau menuangkan perasaanku tentangmu, berbual-bual dengan bayangmu, mengeja arti dan makna kehidupan ini sambil berusaha tetap menjaga hatiku agar menjadi baik dan apa adanya.

Kau pasti mengerti dan memahami perasaanku, karena orang-orang yang dulu kukira sangat baik, malaikat-malaikat yang bertaburan dengan kalimat-kalimat tentang keimanan, ternyata mereka  hanyalah orang-orang yang memendam keinginan-keinginan tersembunyi yang sulit kupahami.

Tuhan kabulkanlah keinginanku, dan jadikan aku setidaknya sebagai sebutir debu yang sedikit berarti buat gurun kehidupan ini.

Advertisements

KEBOHONGAN

Tuhanku, jauhkan aku dari fikiran  : “Apa gunanya berkata jujur jika pada kenyataanya kebohongan ada di mana-mana.”

 

Quot A

A fool flatters himself, a wise man flatters the fool.
Edward G. Bulwer-Lytton

A good head and a good heart are always a formidable combination.
Nelson Mandela

A poem begins in delight and ends in wisdom.
Robert Frost

A prudent question is one-half of wisdom.
Francis Bacon

Love is God’s Gift

Love is God's most beautiful Gift and God's most mystery Gift
Love Is God’s most beautiful Gift and God’s most mystery Gift (PiS, 13.07.12, Foto Jalan Godean)

Masygul

Masygul Di atas Kereta Api

Masygul Di atas Kereta Api

Dari atas gerbong kereta api yang dingin

Kubaca kau di lambaian daun-daunan
yang bertahan hidup meski akarnya meranggas

Kubisik namamu ke langit kemarau,
menatah hujan yang lama tak tiris-tiris

Wajahmu mengalir samar di alur sungai-sungai
yang berliku dan  berujung entah ke mana

Senyummu megah di lereng gunung-gunung
yang menjulang tinggi mengukir kenangmu

Kutangkap larimu yang timbul-tenggelam
berlarian bersama batang-batang pohon

Saat angin diam-diam menyela rambut pelipisku
kusimak desir suara semerbak hela nafasmu

Kekasihku, kemana lagi kaki harus kusentak!?
agar terlupa untaian tangis dan tawamu…
Sungguh! Hatiku  masygul…!!

PiS (PiS, 11.07.12 “Di gerbong KA yang senyap”)

Bening Indah Bola Matamu dan Mentari

Dulu, saat-saat aku masih dikaruniai dan berlinang dalam cinta kasihmu, aku selalu ingin berjalan bersamamu menikmati alam sebagai kasih karunia Tuhan. Aku terbiasa menikmati mentari yang mulai tenggelam kala senja atau mentari yang mulai terbit kala pagi bersama bening bola matamu.

Sekarang saat kau telah tiada, aku masih bisa menikmati bening bola matamu saat mentari senja mulai tenggelam dan saat-saat mentari  pagi mulai terbit, saat-saat dimana aku sungguh merindukanmu, setiap waktu. Mentari terbit dan mentari tenggelam adalah bening indah bola matamu yang selalu menungguku (PiS, Catatan Harian “Setelah kau pergi”)

sumber : www.maryati.net

Telah Letih

Telah letih hatiku
Merajut hari tanpamu
berjalan di benang waktu
kusut dalam jemari rindu

Telah letih hatiku
Menguntai mosaik kenangmu
terhambur tindih-menindih
merepih sepi ke langit biru

Aku, sungguh dalam mencintaimu
Aku, sungguh luas merinduimu
Menepilah sekejap di sisi mimpiku…
agar langkah letihku rehat
menghampiri tidurmu…

(PiS, 10.07.12 “Rehat”)

Bulan

Bulan di mataku
Bulan di matamu
Bulan di batu-batu
Aku malu…
hati kita semua sudah beku

(PiS, 01.07.12 “Kita dan Bulan”)

Di Stasiun Tugu

Di stasiun Tugu,
senja memuai menjadi gelap
Ribuan teriakan melirih menjadi senyap
Hingar-bingar redam dalam kelam
Melipir mataku mencarimu
di antara kerumunan tak berwujud
Di sela-sela rel-rel dingin,
kurus langkahku menjadi kaki tirus
Batu-batu kaku membungkam hati beku
Jiwaku melebam di rajam repihan rindu

: Kusadari,
kau takkan pernah lagi
duduk di situ
menunggu
ku…

(PiS, 26.06.12 “Stasiun Tugu”)

Buah Hatiku (For Divana Putri)

Buah hatiku,
Jangan kau cemas tentang
apa yang kita punya dan
tentang apa yang tidak kita punya
Karena hari ini  kita yang punya.

(PiS, 01.07.12 “Tentang Kita”)

Top Rated