Mimpi Milikmu

Mimpi milikmu

Kurasa aku terlalu letih hari ini, aku bahkan sudah lupa tentang apa yang telah kukerjakan atau fikirkan yang menjadi penyebabnya. Yang kutahu aku tertidur begitu saja, terlupa akan online-online website dan FB yang masih menyala setelah barusan selesai mengedit fotomu dan menilik FB-mu.

 Begitu mataku terkatup lena oleh keletihan, tiba-tiba saja kita sudah berada di atas bis travel menuju perjalanan yang aku tidak tahu tujuannya. Matamu berbinar cerah menutupi letihmu setelah melakukan banyak persiapan. Kau ceria seolah menuju tempat yang telah lama kau mimpikan dan baru kali ini bisa terpenuhi.

Entah di hotel mana ini, tapi jelas kulihat secara nyata bahwa kau teramat sibuk, melakukan berbagai hal seperti biasa, mirip ketika kita akan berangkat atau sedang berada di tempat-tempat yang kau sukai atau pura-pura kau sukai karena tidak ada tempat lain yang bisa kusediakan, selain tempat-tempat pariwisata yang sudah terbiasa kita kunjungi. Parangtritis di saat senja, Parangtritis di saat subuh, Kyai Langgeng, Kaliurang, Tawangmangu, dan sebagainya. Yah…, hanya seputar-seputar itulah yang aku mampu berikan padamu. Bahkan Bali yang selalu kau sebut-sebut, tinggallah sekedar mimpimu yang selalu kusesali karena tak terbeli atau karena aku malas menyisihkan waktu dan selalu beranggapan bahwa memandang matahari terbenam dan memandang matahari terbit di Parangtritis atau di dekat sawah-sawah Godean sudah lebih indah dari apapun asal kau ada di sisiku.

Sekali lagi, entah di hotel mana dan di negeri mana ini, yang jelas kita sibuk mengangkati koper-koper. Dan aku heran, sejak kapan gadis-gadis belia itu nimbrung bersama kita. Mereka berlarian, berteriak-teriak satu sama lain. Suara yang mereka keluarkan sungguh hingar-bingar, melebihi riuhnya petasan di bulan Ramadhan. Biarlah, kurasa kaupun sudah terbiasa dengan irama nada tinggi mereka yang melengking-lengking seperti itu. Gadis-gadis yang penuh dengan ceria, melebihi yang pernah kau punya.

Kulihat wajahmu letih, tapi kau begitu puas dan teramat senang menyaksikan semua keriuhan itu. Mungkin itulah ponakan-ponakanmu, aku kurang menyimak wajah-wajah mereka. Namun, demi melihatmu bergelimang dengan raut puas seperti itu, kurasakan tak ada lagi selain itu yang kuharapkan di dunia ini. Hei…, tapi di mana si kecil itu ya? Mungkinkah dia sudah tidur lebih dulu?

Sayangku, kini aku baru tahu, bahwa ternyata ada juga mimpi yang bisa hadir senyata ini, dalam suasana hotel yang teramat nyata dan situasi yang teramat nyata pula. Teramat nyata kau ada di sisiku, menyiapkan baju-bajuku, segelas kopi, ciuman kecil yang masih saja rikuh kita lakukan, selimut-selimut dan bantal untuk persiapan tidur dan selalu saja tentang hal yang satu itu, yang tak akan mampu kulupakan seumur hidupku, malam ini terulang lagi, “merapikan kerah bajuku” dan “menyibak kotoran potongan rambut atau ketombe di bahuku”, meski sering kudapati bahwa kadang benda-benda itu tidak sedang berada di situ. Setelah semua itu, kutahu kau akan istirahat, jadi seperti seorang punggawa, aku memerintah para gadis-gadis itu agar masuk ke kamar mereka untuk melewati malam yang telah larut. Dan seperti biasa mereka selalu langsung menurut.

Dari balik jendela kaca, kita melihat hotel-hotel lain tinggi menjulang, seolah ingin menerobos langit hitam yang tiada berbintang. Ribuan lampu-lampunya tetap temaram, tak mampu menghalau kubah gelap yang melingkupi alam semesta. Satu dua kendaraan dengan lampu sorotnya yang panjang melaju di jalanan senyap.

Kukatakan padamu bahwa ribuan keindahan lampu di sana tak akan tergantikan dua bening bola matamu. Dan kau tertawa dengan gombal yang kadang kulantunkan untuk sekedar menghiburmu. Di dipanmu, kau tidur-tiduran, sebentar-sebentar tersenyum sambil memegang dan menarik tanganku, tapi itu tak berlangsung lama karena kau lalu tertidur. Sungguh kau terlelap dengan wajah terbenam di dalam letihmu, tapi di sana tergores senyum dan rasa puas yang tak terlukiskan. Sungguh sungkan aku untuk menggugahmu karena aku masih ingin bercerita atau agar bisa sekedar menyelipkan bisikan selamat malamku di telingamu. Jadi kukatakan saja dalam hatiku kalimat itu berulangkali, dengan harapan kau mendengarkannya di dalam mimpimu.

Sayangku, seingatku kita berdua belum pernah tidur di hotel manapun. Aku tahu dulu itu keinginanmu yang selalu kau nyatakan dan selalu kuiyakan dengan janjiku yang tidak pernah kesampaian hingga akhir hayatmu. Tapi bukankah kau sudah sering tidur di berbagai hotel bersama kakakmu atau saudara yang lain? Jadi kurasa mimpiku tadi di sebuah hotel terasa aneh, tapi kutepiskan pertanyaan itu dalam hatiku, karena bagiku itu tidaklah penting selain bahwa kau tadi sempat hadir dan ada.  Yang menghawatirkanku adalah bahwa tadi itu adalah mimpi milikmu yang kau sampaikan lewat mimpiku.

Tapi tahukah kau, sewaktu aku terbangun, mataku mencarimu ke sekeliling dalam beberapa saat, untuk kemudian menyadari, bahwa kau tidaklah mungkin akan benar-benar berada di sisiku lagi, karena itu menangislah aku merenungi diriku sendiri. Alangkah tersayat-sayat hatiku ini, tak bisa kulukiskan perasaanku dengan mencari perbandingan apapun, bahwa tadi meski teramat nyata, namun ianya hanyalah sekedar mimpi belaka. Sungguh menyedihkan setelah semua itu berakhir, tapi kelak ia akan menjadi indah bagiku dan akan kekal dalam tulisan ini. Dan terakhir sayangku, aku tidak akan pernah kapok, aku masih berharap dan akan selalu berharap agar mimpi-mimpi yang seperti tadi itu terulang lagi. Terimakasih menemaniku malam ini. Dan kumohon, datanglah lagi di tidurku yang berikutnya.

“Your Dearest PiS or PiY, Terjaga pada 4 Oktober 2011”
Sumber : www.maryati.net

—————————————————————————————————-

KATA HATI :

Protected :

.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Top Rated