Pekerjaan itu seperti sungai

Seluruh pekerjaan itu seperti sungai, aku bisa mengimbanginya, melawannya, terikut arusnya atau ngebut menuju ke hilir.

Aku juga bisa menikmatinya dengan sesekali keluar dari airnya lalu berjemur, menikmati sepotong roti, kopi hangat, bercumbu dengan angin, menghitung batang-batang pohon atau menuliskan sekelumit demi sekelumit ceritamu di diariku.

Pekerjaan itu memanglah seperti sungai, aku bisa lupa waktu, berendam dan berenang-renang di dalamnya, mendapatkan banyak ikan dan beberapa jenis rumput untk membuat agar-agar, menghirup plankton ke dalam paru-paruku meski aku tak mengetahui manfaatnya bagi tubuhku atau mengambil batu hias yang kadang tidak begitu bermanfaat bagi kehidupanku kecuali kesenangan belaka.

Ya…., pekerjaan itu seperti sungai. Aku bisa mengaturnya dengan rapi di lembar kehidupanku, atau aku terlena, lupa waktu dan begitu aku keluar aku mendapati diriku sudah keriput dan kedinginan.

PiS, 26 Agustus 2011.

Advertisements

Tempat Berteduh 2

(Sebuah Pohon di Primissima dan Tentang Pilihan Jalan Hidup)
…..
Selalu itu dan itu saja…
Kenapa kau mesti menangis?
bukankah Sleman selalu mendung
bukankah Yogya kerap hujan
bukankah aspal Primissima panas membara
itu hanyalah isyarat kecil
agar kau tegar memilih

Aku tak boleh menunjuk,
memilih pohon yang rindang,
payung cantik warna warni,
kanopi besi yang kokoh,
gua yang tandus
atau rumah mewah sekalipun
meski ku tahu kau akan
menepis dadaku
sebagai tempatmu berteduh

kalau akhirnya kau pilih duduk di akar
bersandar di batang kokoh
berteduh di dedaunan
lalu akhirnya mendekap dadaku
dan menangis panjang
biarlah, karena itu memang milikmu
tempat yang selalu menunggu
setia, kekal seperti janjiku
meski kau datang atau kau pergi
senyaman yang kau mau…

“PiS 11082011”

In English : A Place To Be Shaded

Bulan Yang Terpenjara


Jangan kau penjara bulanku
di hutan belantara kotamu
karena kemiskinan hatiku
selalu mencari cintanya
dari kota ke jiwa kota
dari hati ke roh hati
dari  kesunyianku
ke kesunyiannya
oleh jiwa pilu
di jantung
mentari
hati
ku
.

PiS 14 Agt 2011

Mata Siapa ini


Mata Siapa ini?

Mata siapa ini?
yang melekat di kepalaku
penuh mencari-cari
yang bukan keinginan isi kepalaku

Mata siapa ini?
yang selalu terbawa-bawa,
Sudah tak bergunakah?
Sudah tak mampukah mencerna keindahan
yang terhampar luas,
yang dihibahkan padanya?

PiS 24 Agustus 2011
“Aku yakin itu bisa mata siapa aja…”
.
In English : Whose Eyes These Are

Satu Menit Bagai Satu Mata Panah

A Minunte Is Like An Arrow (di Senja kelabu)

Kata-kata kuterbangkan kelangit abu-abu
kuselipkan pada sayap-sayap kokoh,
masih saja ada tersisa di ubun-ubun
lalu tumbuh lagi satu persatu

Terbanglah menjauh
terbanglah menjauh
terbanglah menjauh
duhai huruf-huruf yang selalu menyakitiku

Melesatlah bagai mata panah
tinggalkan aku sendiri berdiri di sini
karena satu menitmu
menikamku sedalam sembilu

PiS 11082011 : <- ” R I N D U” ->

English : One Minute Is Like An Arrow

A minute is Like An Arrow

line twilight

A Minunte Is Like An Arrow (di Senja kelabu)

line twilight

I fly the words to the grey sky
to the strong wing I insert them
I still got the rest in my head
then it grows again one by one

Fly away
fly away
fly away

the words that make me hurt
release like an bow
leave me alone standing here

cause a minute of yours
stab me as deep as an arrow

PiS Aug’ 2011
Indonesian : Satu Menit Bagai Satu Mata Panah

Musik (Biar Jemariku Lancar Menari)

Biarkan musik itu terbentang
meski hitam melingkupinya
agar jemariku lancar menari
tentang hari yang mengalun lamban
yang merayap di tembok ruang kosongku
yang berlayar di sepinya beranda rumahku
yang terseok di langit-langit kamarku
yang selalu kutatap
dengan berlinang air mata

PiS 2011

Laki-Laki Atau Perempuan? (2)

 “Laki-laki atau perempuan?” Itulah pertanyaan yang pertama kali diajukan pada seorang ayah ketika seorang ibu baru saja melahirkan. Semua teman-teman dan sanak-saudara mengajukan hal itu sebagai yang perdana, jadi bukanlah tentang kesehatan ibunya. Pertanyaan kedua yang menyusul barulah tentang kondisi kesehatan sang ibu.

Dan seorang ayah akan dengan sangat gembira, berbinar-binar, ceria jika anak yang dilahirkan tersebut adalah seorang anak laki-laki. Tentu saja tetap akan bahagia jika anak yang lahir adalah seorang perempuan, namun dalam kadar yang berbeda, dan besarnya perbandingan itu hanya dia dan Tuhan yang tahu. Dalam kapasitas kadar ini, jangan kau tanya pendapatku yang “sebenarnya” ketika anakku yang baru lahir ternyata adalah seorang anak perempuan. Ibunya akan sangat marah, semua anak perempuan yang terdengar akan hal ini pun akan bersatu padu mengutukiku dan menjadi sangat kecewa terhadap jawabanku itu. Pada awalnya tentunya, sebelum akhirnya aku akan bersusah-payah membuat alasan-alasan pembenar yang kurangkai sedemikian rupa demi menenangkan hati semua orang yang sempat akan menggebuki para kaumku yang turut mengacungkan jempol atas kejujuranku itu.

Dan inilah pengalamanku, bahwa meski seorang ayah selalu bilang laki-laki atau perempuan sama saja, tapi beberapa atau boleh dikatakan banyak diantaranya yang tidak akan bisa menyembunyikan sekelumit rasa kecewanya dari mataku. Jangan salahkan aku bila dia akan lebih gembira ketika anak itu lahir sebagai laki-laki. Bahwa anak bayi laki-laki adalah impian kaum ayah benarlah adanya, bahkan sering terjadi untuk anak yang kedua dan ketiga sekalipun. Dan aku sendiri, dulu sangat berharap bahwa anakku yang baru lahir adalah seorang anak laki-laki. Ketika yang lahir itu ternyata bukan bayi dengan jenis kelamin yang kuidam-idamkan, aku tetap gembira dan bersyukur, dengan sedikit usaha memendam impianku tentunya, karena kekecewaan itu toh sempat terlintas walau cuma beberapa saat. Gembiraku tidak full seperti beberapa temanku yang bahkan hingga berjingkrak-jingkrak kegirangan dan rela beberapa gelas atau piring hiasnya pecah di lantai demi membayar kegembiraannya itu.

Untuk hari-hari selanjutnya, sebulan atau beberapa bulan, apalagi beberapa tahun setelah kelahirannya, amat baguslah kalau kau bertanya perasaanku yang sebenarnya tentang kelahiran seorang bayi perempuan. Karena jawabanku pada saat itu akan membuat semua anak perempuan di penjuru dunia akan iri pada bayi mungil perempuan milikku itu. Rasanya 24 jam sehari terlalu sedikit bagi kami berdua, belum lagi jatah waktu harus dibagi buat ibunya, saudara, teman atau dunia internet yang terlalu banyak menyita waktuku. Dan kau akan butuh kalkulator khusus agar bisa menghitung jumlah puisi plus foto dan video yang terikut lahir dan kusimpan di komputerku, terlahir karena kelucuan dan kegemasan akan gerak-geriknya.

Bahwa dialah anak satu-satunya dari ibunya yang kucintai sudah tidak bisa lagi dipungkiri dan itu sudah kekal oleh-Nya. Saat ini terlalu sulit untuk memahami kejadian kenapa ada alur cerita yang membuatnya sampai dia bisa tinggal jauh, bahkan berbeda pulau denganku. Kata orang itu semua tergantung atas pilihanku.Tapi terlalu sulit pula, atau bahkan mungkin berlebihan bila harus kukatakan bahwa itu juga sebagian dari keinginan atau kemauan ibunya yang berlawanan dengan semua keinginan orang. Tapi kutahu perempuan bijaksana itu benar, memahami isi sudut hatiku dan karakter isi kepalaku. Jadi dia bilang, “Bla…bla…bla…bla…bla…., sabarlah sebentar dan hanya kau yang tahu kapan waktunya, lalu jemputlah.”

 Untuk hari-hari terakhir ini, anakku itu, hanya dialah tumpuan kasih sayangku. Tumpuan rasa gelisah  dan rasa resahku. Membuatku semangat atau melemah. Ia membuat kerinduanku bertumpuk dan bertumpuk hari demi hari. Namun karena itu pula maka makna sebuah sms yang datang darinya sudah setara dengan sebuah kegembiraan seorang ayah atas kelahiran seorang bayi laki-laki. Semoga Tuhan menunjukkan jalan yang lebih lapang bagi pekerjaanku dan menunjuk suatu tempat bagi kami agar bisa mengikatkan dan meraut kembali saling berbagi kasih sayang tanpa sebuah jarak lagi di antara kami berdua.

 Anakku, saat ini aku sangat merindukanmu, akan tetapi seorang laki-laki, apalagi yang telah dewasa tak baik menangis karena akan menimbulkan pertanyaan, “Laki-laki atau perempuan?”

 PiS Maret 2011, Catatan Harian “KOMA”

In English : Boy or Girl?

MY Wave

Throw me away once in a strike
let her take me sink in her palm of hand
cause from there
I’ve taken my breath of life for 7 years

that I never forget in all of my life
And look at this picture,
She is only five meters from me…

By PiS, Jakarta 11082011

(Diva’s song for her mom…)

In Indonesian : Ombakku

Ketika Kau Bangun Nanti

Ketika kau bangun nanti
Kau akan mendapati rumput hijau
Terhampar luas lembut – semerbak
Di Negerimu memang kau harus melupakanku
karena rumahku tandus
dengan halaman penuh penderitaan

Ketika kau bangun nanti
Kau akan bermandikan cahaya kasih
Menerpa seluruh setiap nafas yang kau hirup
Di negerimu memang kau harus melupakanku
Karena rumahku suram
oleh kamar-kamar sendunya

Ketika kau bangun nanti
Ribuan kupu-kupu menantimu
Hinggap perlahan di rambutmu menemanimu
Kepaknya indah berwarna-warni
Di negerimu memang kau harus melupakanku
Karena rumahku hanyalah abu-abu
Oleh detik-detik miskinku

Ketika kau bangun nanti
Kalau kau tak mengingatku
Maukah kau simpankan di bawah awanmu,
laguku, denting gitarku,
dan puisi tanda cintaku yang dulu?

RIP, 4 Mei 2011

Tangis

Puisi Tangis

Puisi tangis


Di kanvas kuno ini rinduku terpaku
jiwaku mengaliri akar meranggas
nafasku layu di dedaunan
paru-paru jiwaku sesak oleh cadas
masih saja jantungku berdegup
mengetuk kegelapan,
bertahan…,
agar mata hatiku tetap berkedip,
tapi di gersang malam ini
air mataku selalu mengukir
pahatan cinta abadimu
.
PiS Agustus 2011

foto by PiS di pulau Cemeti Yogyakarta

In English : Wiping

KENANGAN DALAM RANSELKU

Kenangan2ku, sudah tersimpan di ranselku
kau boleh meminjamnya meski hanya lewat sms
tapi jangan kau simpan di ranselmu
baca saja lalu hapus
karena kau sudah memiliki lebih dari yang kupunya
lagipula, tak baik menimpa kenangan sendiri
dengan kenangan orang lain
dari ransel yang berbeda

PiS : Ancol, 13082011

A Memory in My Backpack

My memory,
already to be saved in my backpack,
you may borrow it only via sms,
but you do not saved in yours,
read it also then wipe it away
cause you have it already more than I have
More ever, it is not good to put a self memory
on the others one  from different backpack

.
PiS: Ancol, 13082011

In Indonesian : Kenangan di Dalam Tas Ranselku

Perjalanan

A song of a blue sea swallow

Spread away your wing widely
for I send my whisper to your heart so long
that I will be able to sail the ocean
flying by from island to island
let the storm throw you down
let the wave strike you on
let the sound of splashing snarl you up
let the foams persuade you in
the flowers of your day
will grow and blossom quickly
then they’ll be written in your soul
so fade away it will

But you will be strong as a coral
For an half of my breath
Has already been blown to your lungs

PiS 120811

(the Ballad of Yati to Diva)

Previous Older Entries Next Newer Entries

Top Rated